Setia bersandar
pada Tuhan
Namun,
antara penampilan dan kenyataan kadang
juga nggak seekstrem itu. Ada kalanya,
apa yang dipikirkan orang itu emang yang terjadi. Si A dikatain miskin
dan emang dia bukan orang mampu. Si- B dikatain punya wajah jelek dan dia emang
jelek walau bukan sejelek “Nyi Blo’on”. Si C dikatain kuper dan dia emang nga punya banyak teman. Makan sendiri, jalan sendiri
dan maunya sendiri. Namun, satu hal yang harus kita tahu dan ingat adalah bahwa
itu semua bukan final ! In fact, selama kita
masih bernafas di dunia ini, ngga ada yang sudah final. “The final words”
hanya ada di mulut Tuhan. Di Alkitab kita
baca gimana pahlawan-pahlawan seperti Gideon, Daud,
bahkan para murid
Yesus semuanya adalah orang-orang yang awalnya ngga dianggap apa-apa. Gideon dianggap sebagai si
penakut dari kelomok minoritas. Daud dianggap sebagai anak liar yang suka
kluyuran di ladang-ladang. Para murid
Yesus dianggap orang-orang bodoh, miskin dan berdosa. Tapi, siapa yang
menyangka semua berubah. !
Apa
yang mengubah mereka? Tentu saja Tuhan ! Dan itulah yang juga
bisa terjadi pada kita.
Percayakah kamu ? Siapapun kamu, Tuhan sanggup mengubahmu. Bukankah
Alkitab juga berkata, Dia yang membuat miskin dan membuat kaya, yang
merendahkan dan meninggikan juga (1 Sam. 2 : 7). Itu yang ngebedain antara
janji dan pengharapan akan masa depan
orang dunia dan anak Tuhan. Anak dunia punya masa depan suram. Anak Tuhan pasti
punya masa depan cemerlang.
Karena
itulah, kita harus selalu mengandalkan dan bersandar kepada Tuhan. Dunia
berkata, masa depan ada di tangan kita, I am the captain of my soul, the master
of my fate (Aku adalah komandan atas jiwaku dan tuan atas nasibku). Tapi
sebagai anak Tuhan kita sadar bahwa
Tuhanlah yang paling berkuasa atas hidup kita. Tentu ini ngggak berarti kita
lalu diem-diem atau santai aja. Berjalanlah, bertindaklah, lakukan sesuatu,
kejarlah cita-citamu. Tapi tetap dalam ketaatan
terhadap perintah Tuhan yang akan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Untuk meraih sesuatu yang jauh lebih besar
dari yang bisa dunia berikan. Bravo ANAK
– ANAK TUHAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar