Kamis, 01 Desember 2016

MENATA DIRI LEBIH BERARTI



BICARA DENGAN ORANG YANG MEREMEHKAN 

Ngga ada orang yang suka diremehkan. Tapi, kita mungkin pernah ngadepin orang yang remehin kita. Entah karena usia kita, tampang kita yang kurang menyakinkan, atau simply karena dia itu emang suka ngeremehin. Apa yang harus kita lakukan ketika berhadapan dengan orang yang seperti itu? Tentu jawabannya bukan marah, ngambek, atau semacamnya, tapi inilah yang bisa kamu lakukan agar kamu’ga kesal meski lawan bicaramu ngeremehin dirimu.

 1. Pelajari dia. Ini khususnya saat kamu udah tau kalo di hari atau jam ini kamu akan ketemu si A yang suka ngeremehin kamu. Dengan mempelajari orang itu, misalnya soal apa kesukaan dia, apa yang bikin dia bangga, latar belakangnya, dsb. Kamu bisa mengatur topik apa yang akan kamu bicarakan. Tentu bukan berarti kamu lalu jadi sok tau, itu malah jadi boomerang. Tapi topik yang menarik akan bikin orang akan lebih semangat dan ngga buru-buru ngeremehin kamu.

2. Pahami apa tujuanmu dan tujuannya. Apa tujuanmu bicara dengannya dan kenapa ? Dan menurutmu, apa kira-kira tujuan orang itu maubicara denganmu ? Dengan mempelajari dia (no.1 di atas) akan lebih mudah mengantisipasi hal tersebut. Hal ini penting agar kamu sendiri tetap fokus dan tau kapan pembicaraan itu lebih baik ditinggalkan dan kapan harus tetap dipertahankan. Pemahaman, dulu, selalu punya solusi.


 3. Keep cool. Satu hal yang harus tetap kamu miliki saat bicara dengan orang yang ngeremehin kamu adalah pede. Pede beda sama sombong. In fact, sering kali orang yang suka ngeremehin orang lain memang adalah orang yang sombong or angkuh. Sebab itu jangan sampai hal itu lalu kamu hadapi dengan sikap yang sama. Jangan tiru sikap negatif orang lain. Pede di sini artinya kamu keep focus (orientasi tujuan). Kamu tau persis apa yang kamu mau dari percakapan itu dan ngga mudah terpengaruh dengan sikap buruk lawan bicaramu. Mendengarkan dan berani bertanya. Semua orang suka jika didengarkan saat bicara.

4. Mendengarkan dan menyimak yang orang lain kawan bicara juga akan membangun rasa percaya. Dengan mendengarkan pula, kamu akan bisa ngajuin pertanyaan yang tepat. Keberanian buat bertanya ini penting karena saat kamu bisa mengajukan pertanyaaan yang baik, dimana lawan bicaramu berpikir keras. Bahkan siapa tau bisa mengubah pikirannya, kamu sudah “menang”. Paling tidak beban perasaanmu teruraikan dengan baik.

5. Fleksibel. Agar komunikasimu dengan orang yang suka ngeremehin itu bisa berjalan lancar, jangan terpaku pada satu cara saja. Jadilah fleksibel. Karena fleksibilitas itu menghasilkan alternative-alternatif atau pilihan-pilihan. Dan pilihan-pilihanlah yang akan membuat ketegangan emosi terlonggarkan. Bahkan bagi orang bijak : pilihan-pilihan tepat dan bijak adalah obat mujarab atas kekalutan. Secara positif dan konstruktif. Dan yang penting juga, meski dia suka ngeremehin, jangan sampe ketika kamu lagi di atas angin, kamu pojokin dia terus.